04 April 2007

BRANDNA Magazine edisi Maret - April 2007




[BRAND ISSUES] >> FRANCHISE BRAND
…. Apapun brand anda, dapat dipastikan ia memiliki value dan personality dan ia sebaiknya menjadi ‘jiwa’ bagi setiap tindakan serta strategy yang anda lakukan. Begitu juga halnya dengan franchise brand, apakah posisi anda sebagai franchisee maupun franchisor, jika menginginkan brand ini maju maka sebaiknya anda mulai memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan dan apakah kebijakan tersebut sesuai dengan value dan personality dari brand tersebut.

Personality sebuah brand bersifat ‘fragile’, kenapa? Karena setiap tindakan dan strategy yang anda ambil akan berpengaruh terhadap brand tersebut…. Franchise branding bukanlah hal yang mudah karena melibatkan pihak yang disebut sebagai franchisee. Setiap peraturan dan kebijakan yang ditetapkan oleh franchisor adalah sewajarnya untuk dipatuhi dan dijalankan. Franchisor sebagai penemu, pencetus sebuah brand dapatlah dikatakan sebagai pihak yang paling mengerti segala seluk beluk brand terutama mengenai value dan personality dari brand tersebut. Penyampaikan value ini tidak hanya pada karyawan tetapi yang paling berat adalah penyampaian value kepada para franchisee….

[BRAND BOOK] >> FRANCHISING FOR DUMMIES

[BRAND NEWS] >> AKUISISI DI TENGAH PERBEDAAN VALUE: L’ OREAL – THE BODY SHOP
…. Apakah L’oreal mampu menjalankan komitmennya untuk tetap menjaga value The Body Shop, walaupun harus berbenturan dengan perbedaan budaya, sistem manajemen, cara kerja dan yang terutama perbedaan value antar keduanya?....

[THE MAKING OF BRAND] >> NAME RECOGNITION [5]
….. Menurut para ahli name development, in-house naming project dapat menjadi sesuatu yang dipenuhi oleh ego, politik dan juga keinginan secara emosional. Bahkan ada sebuah istilah “The Thanksgiving Table” yang sengaja diciptakan oleh para ahli naming untuk menggambarkan situasi dimana pada saat proses pengembangan sebuah nama, CEO sebuah perusahaan mengundang seluruh keluarga pemilik perusahaan dan duduk dalam meja yang sama untuk memilih sebuah nama. Nenek [grandma] biasanya adalah pihak yang biasa diberi kehormatan untuk memilih sebuah nama. Dan pihak agensi berusaha keras untuk me-legal-kannya sebelum Thanksgiving…..

[BRAND INSIDE] >> 15th ASIAN GAMES: DOHA 2006
….. Orry memperkenalkan dirinya sebagai Oryx Qatari yang dipilih sebagai maskot bagi Asian Games ke-15 Doha 2006. Menurut Orry terpilihnya ia menjadi maskot membuatnya merasa bangga dan juga bersemangat. Orry mengatakan bahwa saya mencintai semua jenis olahraga; saya suka bersenang-senang dan saya cinta dengan negara saya, jadi saya putuskan untuk membantu membuat Asian Games ini memberi yang sebaik mungkin kepada semua orang, untuk masyarakat Qatar, untuk para atlet dan semua pengunjung yang ada. Saya berharap semua akan bergabung dan menikmati event bergengsi ini bersama-sama dan mengingatnya selama sisa hidup kita…..

[E-BRANDING] >> BY IT PIN [PRAKTISI, PEMERHATI E-BUSINESS]: VIRAL VIDEO ADS

[BRAND CASE] >> BY JEFFREY BUDIMAN [EXECUTIVE DIRECTOR, DM ASSOCIATES]: BRANDMASCOT
….. Maskot adalah bagian daripada keseluruhan aplikasi perusahaan, yang mana unsur konsistensi harus tetap dipertahankan, baik dari segi visual maupun komunikasinya. Hal ini sangat membantu publik untuk mengidentifikasi hubungan antara si Maskot dengan perusahaan…..

[BRAND FEATURES] >> BY IRVAN PERMANA [STRATEGIC BRANDING DIRECTOR, IBRAND]: BISNIS FRANCHISE ADALAH BISNIS BRAND
….. Jika kita mencoba melihat lebih jauh, sebenarnya bisnis franchise lebih dari sekedar suatu bentuk usaha dimana ada yang menjual dan ada yang membeli. Bisnis franchise adalah bisnis brand, bisnis yang memperjualbelikan kekuatan sebuah brand di mata konsumen…..

[BRAND FEATURES] >> 3 D: UPAYA MENYATUKAN BRAND, MEDIA DAN KONSUMEN

[BRAND FEATURES] >> BY KEN YULIAN [MANAGING DIRECTOR, METABRAND]: MENGEDUKASI BRAND PADA PEBISNIS AWAM
….. Banyak orang kemudian menganggap brand laiknya dewa. Brand dianggap mampu menyelesaikan permasalahan bisnis yang mereka hadapi. Bahwa solusi paling tepat adalah brand development. Pendapat itu ada yang benar, tetapi tidak 100 persen benar. Solusi paling tepat adalah lebih melihat pada sebuah kebutuhan. Layaknya orang sakit, sebuah brand mesti dicek dulu kesehatannya. Tidak ada namanya orang sakit demam biasa harus diberikan anti-typhoid. Tidak ada gunanya pula meredesign corporate identity, jika dalam kenyataannya, kondisi kesehatan perusahaan atau sebuah produk masih dalam tataran yang boleh dibilang dalam keadaan sehat wal afiat…..

[OPINI] >> BY DANIEL SURYA [COUNTRY DIRECTOR, ENTERPRISE IG]: DALAM DUNIA YANG BINGUNG DAN KURANG PERHATIAN TERHADAP MEREK, PILIHANNYA ADALAH APAPUN
….. Kita semua tahu bahwa merek membantu konsumen menentukan pilihan-pilihan. Di dunia yang bingung dan kurang perhatian terhadap merek, sangatlah penting Anda membuat perbedaan jelas yang tak dapat dipertanyakan dan pilihan lebih baik yang sesuai yang harus Anda tawarkan…..

[BRAND BELIEVERS] >> BASUKI ADI SUSETIA: SIMPLIFYING DAN ADAPTASI KONSEP BRAND KE DALAM B2B

[NO BRAND] >> PROSES PENYERAGAMAN MELALUI FRANCHISE

[BRAND PSYCHOLOGY] >> KEKUATAN SUPERMAN SEBAGAI SEBUAH BRAND

[THE MAKING OF PACKAGING] >> BY DAVID HARTANTO [INDONESIA BRAND IDENTITY SUMMIT]: ALUMINIMUM PROCESS

[BRAND LEGAL] >> LICENSE

[BRAND FEATURES] >> BY MARTIN ROLL [VENTURE REPUBLIC]: A NEW PARADIGM FOR BOARDROOM
….. The face of business in Asia is changing faster than one can blink one's eyes. Asian companies that used to be back-end workhorses, manufacturing consumer goods cheaply for Western companies, are slowly realizing the benefits of branding. In a market where competition implies slashing prices on their unbranded products, Asian businesses are slowly becoming more attentive to the power of branding in capturing consumers and returning larger profits on their investments. Firms are realizing that whereas they were wearing themselves down on razor-thin margins to compete with the next supplier, they could increase returns by investing in their brands. This then is the shift in thinking that is pushing boardrooms in Asia toward creating strong brands to differentiate themselves and consequently realize greater profits. Branding is an investment that must be perceived as such and is required to deliver shareholder value like any other feasible business activity……

[BRAND TRAVELLER] >> KREATIFITAS=BRAND VALUE=DAGADU-DJOKDJA
….. Pilihan nama ini dijatuhkan pada DAGADU bermula dari salah seorang diantara kami yang agak frustasi [mutung dalam bahasa jawanya] dan secara tidak sengaja mengumpat dengan kata Dagadu…..

[BRAND VS FRANCHISE]
….. Apakah anda tertarik untuk menginvestasikan uang anda dengan membangun bisnis anda sendiri yang berarti anda harus membangun brand anda dari nol, atau anda lebih suka menginvestasikan uang anda dalam bisnis franchise? Bagaimana dengan bisnis anda yang sudah berjalan? Apakah anda ingin mendapatkan keuntungan dalam memperoleh royalty fee melalui sistem franchise? Atau anda perkuat terlebih dulu brand anda, sampai pada suatu saat anda menerapkan sistem ini…..


...... “The beauty of the franchise is that people buy a brand and a system. With a franchise, you pay a fraction of what it would cost to do it on your own” ...... Andrew Brooke


Baca ulasan lengkapnya di BranDNA Edisi Maret-April 2007: FRANCHISE BRAND
cover: www.thebrandna.com/edisi6.html



[BRANDNA MAGAZINE is the first and only brand magazine in Indonesia that mainly talk about brand and branding]

0 comments: